Ada kesalahan di dalam gadget ini

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Pengikut

Total Tayangan Laman

Ada kesalahan di dalam gadget ini
RSS
Container Icon

PACITANISTI

 MONUMEN PALAGAN TUMPAK RINJING
Patung Jenderal Sudirman di Pacitan bukan hanya ada di desa Pakis kecamatan Nawangan saja, masih ada lagi patungnya di desa Pringkuku kecamatan Pringkuku. Monumen ini dibangun untuk mengenang pertempuran para gerilyawan yang dipimpin langsung oleh Jenderal Sudirman bersama Brigjen Ignatius Slamet Riyadi di Tumpak Rinjing melawan pasukan Konvooi Kolonial Belanda, pertempuran terjadi pada 7 Juni 1948.
Areal monumen ini tidaklah luas seperti di Nawangan, kecil dan kurang terawat. Tidak adanya warung-warung ataupun toko yang berjualan di lokasi, menjadikannya tidak seperti lokasi wisata seperti tempat wisata lainnya. lagi pula tidaka adanya areal parkir yang memadai, membuatnya semakin sepi dari pengunjung.
Pada saat-saat tertentu, monumen ini dijadikan tempat kegiatan ekstra kurikuler oleh sekolah-sekolah setempat untuk mengenang dan mengingat selalu perjuangan para pahlawan dalam memperebutkan bangsa Indonesia dari tangan penjajah.
Bagi wisatawan yang datang dari arah Goa Gong atau Goa Tabuhan menuju Pantai Teleng Ria, pasti akan melewati monumen ini, karena letaknya yang di pinggir jalan utama dari Jawa Tengah menuju Pacitan. Tempat ini cocok bagi para biker dan klub-klub motor untuk sekedar melepas lelah sementara sebelum melanjutkan perjalanan. Tempatnya teduh dengan pohon-pohon rindang di sekitarnya dan ada.
Bagi yang ingin mencari lokasinya lewat google maps, wikimapia ataupun GPS, ini koordinatnya : 8°14’10″S   111°3’40″E
PANTAI BUYUTAN


Pantai Buyutan .Nama pantai tersebut saya dapatkan saat saya mencoba mencari informasi tentang nama-nama pantai di Pacitan selain pantai Teleng Ria dan pantai Klayar yang sudah beberapa kali saya kunjungi. Dari sekelumit informasi yang saya dapatkan di internet akhirnya saya dan rombongan kesampaian juga untuk mengunjungi pantai tersebut.

Pantai Buyutan merupakan pantai yang terletak di sebelah barat pantai Klayar, jaraknya tidak lebih dari 10 km. Saat saya berkunjung ke pantai tersebut harus bertanya beberapa kali ke penduduk sekitar karena papan penunjuk arahnya cuma kecil alias tidak jelas.
Untuk menuju pantai Buyutan, dari jalan utama harus masuk ke jalan kampung sepanjang kurang lebih 3 km dengan kondisi jalan yang sangat berantakan. Mungkin hanya beberapa ratus meter aja jalan yang masih agak layak, selebihnya kayak medan off road melewati pinggir kampung dan sawah.
Saat sampai ke pantai Buyutan saya sedikit “kaget” karena untuk menuju area pantai dari tempat parkir harus turun terlebih dahulu. Jadi tempat parkirnya ada di atas dan pantai ada di bawah. Tingginya mungkin tidak lebih dari 100 meter, tapi waktu turun menuju pantai mesti berhati-hati karena jalan setapak yang ada sedikit licin.


GOA TABUHAN
 Tabuhan. Sebuah goa yang menawarkan pesonanya yang khas. Goa Tabuhan ini terletak di pedesaan di pedalaman Pacitan, tepatnya Desa wareng Kecamatan Punung, Pacitan. Jarak tempuh dari pusat kota menuju obyek wisata ini adalah 40 Km ke arah barat.
Pada awalnya, Goa ini mulai ramai dikunjungi orang sejak 1998, dan nama awalnya bernama Goa Tapan tetapi pada akhirnya berubah menjadi Goa Tabuhan karena kerap dipakai oleh penduduk sebagai tradisi kesenian dengan cara memukul batu – batuan yang menggantung di atap Goa. Seperti halnya obyek wisata lainnya, Goa Tabuhan juga mempunyai cerita sejarah keberadaannya. Menurut cerita masyarakat sekitar Goa, Goa Tabuhan ini ditemukan oleh Kyai Santiko yang pada waktu itu kehilangan sapi, dan akhirnya si sapi ditemukan di Goa. Setelah menemukan Goa ini, kemudian dibersihkan semak belukarnya, goa ini diambil oleh Raden Bagus Joko Lelono dan puteri Raden Ayu Mardilah.
Goa Tabuhan ini berlokasi di bukit kapur Tapan dan memiliki langit-langit penuh akar batu yang bergelantungan. Oleh para ahli goa, proses pembentukan stalagtit dan stalagmit ini diyakini sudah berlangsung beratus tahun lalu, karena adanya reaksi kimia antara hujan dan mineral kapur. Dengan panjang rata-rata hingga tujuh meter dan diameter hingga satu meter, stalagtit dan stalagmit di goa ini tampak menyerupai pilar-pilar raksasa yang sangat menakjubkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

3 komentar:

rooodoo mengatakan...

waahh bagus2 gambare

rooodoo mengatakan...

waahh bagus2 gambare

B'1 G'4 mengatakan...

ooooooo iya mkasi.

Poskan Komentar